Sabtu, 19 Juli 2025

Reset Password Akun Accurate Online

Lupa Password pada halaman utama Accurate Online berfungsi untuk melakukan reset password atas akun Accurate Online Anda. Berikut langkah-langkahnya :

1. Pada web browser ketikan halaman https://account.accurate.id/ lalu Lupa Password.

2. Masukan alamat email atau nomor HP atas akun Accurate Online Anda kemudian klik ‘Reset Password’.

3. Setelahnya akan tampil informasi bahwa telah dikirim link verifikasi ke email Anda. Silakan lakukan cek inbox email Anda dan silakan lakukan proses verifikasi reset password atas akun Anda.

Register Akun Accurate Online

Tahap pertama untuk dapat menggunakan Accurate Online, Anda perlu melakukan registrasi pada akun email atau nomor handphone yang akan digunakan sebagai administrator/ operator database.

Cara untuk registrasinya adalah sbb:

1. Buka browser yang Anda gunakan seperti chrome dan mozilla, lalu masuk ke halaman https://accurate.id/ dan klik ‘Login’.

2. Klik Daftar Sekarang, setelah tampil halaman utama Accurate Online.

3. Lengkapi formulir Pendaftaran Akun Baru, yang terdiri dari Nama, Nomor Handphone, Email dan Password  dan selanjutnya klik Daftar.

Rabu, 24 Juli 2019


Pengertian Perusahaan Manufaktur
Pengertian perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.
Klasifikasi persediaan pada perusahaan manufaktur adalah
  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Dalam Proses
  3. Persediaan Barang Jadi

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan perusahaan manufaktur pada dasarnya hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Sebagai informasi bagi yang sedang belajar akuntansi, perbedaannya hanya terletak pada bagian Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Laba-Rugi

Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur

Perbandingan neraca perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur bisa kita lihat pada tabel berikut :

Laporan Rugi-Laba Perusahaan Manufaktur

Laporan laba rugi perusahaan manufaktur yang melaporkan keadaan harga pokok penjualan bisa kita lihat di tabel perbandingan dengan perusahaan dagang berikut ini:

Perbandingan diatas bisa dilihat penjelasannya di gambar berikut ini :

Perusahaan manufaktur memerlukan banyak rekening untuk menentukan/menghitung harga pokok produksi, tetapi yang ditampilkan dalam Laporan Laba Rugi hanya totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.
Contoh Skedul Harga Pokok Produksi sebagai (lampiran Laporan Laba Rugi diatas)

Harga Pokok Produksi

Pengertian harga pokok produksi adalah sering disebut juga dengan biaya produksi yaitu kumpulan dari biaya-biaya yang dikorbankan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.
Kumpulan biaya tersebut terdiri dari:
  1. Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
  2. Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
  3. Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)
Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah harga perolehan (harga pokok) dari materi yang terdapat pada barang jadi.
Bahan baku adalah bagian dari barang jadi yang dapat di telusuri keberadaannya.
Bahan baku pada sebuah pabrik dapat juga berasal dari barang jadi pabrik yang lain.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Pengertian tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki hubungan dan kinerja langsung saat proses pengolahan barang, baik menggunakan kemampuan fisik atau dengan bantuan mesin.
Jadi, biaya tenaga kerja langsung adalah semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.
Biaya Overhead Pabrik
Pengertian biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahanbaku atau biaya tenaga kerja langsung.
Yang termasuk dalam biaya overhead pabrik antara lain:
  1. Biaya bahan penolong, adalah jenis bahan yang sangat kecil kuantitasnya yang digunakan dalam proses pengolahan, dan tidak bisa ditelusuri keberadaannya pada barang jadi.
  2. Biaya tenaga kerja tidak langsung, misalnya upah pengawas, mekanik, mandor dan bagian reparasi.
  3. Biaya penyusutan gedung pabrik, misalnya biaya penyusutan mesin.

Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Tahukah Kamu ?
Siklus akuntansi perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang. 
Akuntansi perusahaan manufafaktur dengan sistem fisik:
  1. Rekening Persediaan Bahan Baku dalam perusahaan manufaktur digunakan hanya untuk mencatat nilai bahan baku yang tersisa, baik di awal periode maupun akhir periode.
  2. Transaksi Pembelian Bahan Baku dalam perusahaan manufaktur tidak dicatat ke dalam rekening Pembelian Bahan Baku.
Contoh :
Mei 17
Pembelian Bahan Baku
Rp. 100.000
         Kas/Utang Dagang
Rp. 100.000
  1. Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya digunakan untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses baik di awal periode maupun akhir periode.
  2. Rekening Persediaan Barang Jadi digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal periode dan akhir periode.
  3. Jurnal penyesuaian perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan jurnal penyesuaian perusahaan dagang.
  4. Neraca lajur perusahaan manufaktur dengan neraca lajur perusahaan dagang pada prinsipnya sama saja, hanya ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.

Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur

Jurnal penutup perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Rekening Harga Pokok Produksi dalam Perusahaan Manufaktur digunakan untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi. Saldo rekening ini kemudian di transfer ke rekening Ikhtisar Rugi-Laba.
Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur:
Demikianlah pembahasan Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur.


Rabu, 02 November 2016

Pelaku Kegiatan Ekonomi dan Perannya Dalam Kegiatan Ekonomi

 1        Rumah Tangga Konsumen (RTK)
adalah individu atau keluarga/kelompok masyarakat yang memakai atau menggunakan barang / jasa sekaligus sebagai pemilik faktor - faktor produksi
Peran RTK dalam kegiatan ekonomi:
a.       Sebagai konsumen:  mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi
b. Penyedia/Pemasok Faktor Produksi (SDA/Tanah, SDM/Tenaga Kerja, Modal, Kewirausahaan/Skill/Keahlian)
c.      Menerima penghasilan/balas jasa sebagai berikut :
·  Pemilik SDA/Tanah menerima penghasilan berupa Sewa ( Rent )
·   Pemilik SDM/Tenaga Kerja menerima penghasilan berupa Upah dan gaji ( Wages )
·   Pemilik Modal menerima penghasilan berupa Bunga Modal ( Interest )
·  Pemilik Kewirausahaan/Keahlian/Skill menerima penghasilan berupa Laba Usaha  ( Profit )
d.     Sebagai wajib pajakmembayar pajak kepada pemerintah

    2.      Rumah Tangga Produsen (RTP)
adalah unit kegiatan usaha yang menggunakan dan mengkombinasikan faktor - faktor produksi untuk menghasilkan barang/jasa.
Peran RTP dalam kegiatan ekonomi:
a.      Sebagai produsen→ menghasilkan barang dan jasa
b.     Sebagai distributor→ menjual dan mendistribusikan barang & jasa
c.      Sebagai agen pembangunan→ membantu pemerintah dalam kegia tan pembangunan: membuka lapangan kerja, membangun infra- struktur, menyejahterakan karyawan, meningkatkan kualitas SDM.
d. Sebagai pengguna/pemakai faktor produksi→ memberikan imbalan balas jasa (sewa, upah/gaji, bunga, laba) ke RTK
e.      Sebagai wajib pajak→ membayar pajak kepada pemerintah

   3.      Rumah Tangga Pemerintah (RTG)
   adalah pengatur jalannya pemerintahan di suatu Negara / wilayah
Peranan RTG dalam kegiatan ekonomi:
a. Sebagai konsumen→ membeli barang & jasa untuk keperluan pemerintah (disebut belanja barang & pegawai)
b. Sebagai produsen/investor→ mendirikan BUMN/BUMD, penanam modal di perusahaan asing maupun domestik
c. Sebagai pengatur kegiatan ekonomi→ membuat undang-undang: perbankan, perpajakan, antimonopoli, perburuhan, dll
d.  Sebagai pengawas→ menjaga stabilitas kegiatan ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter
e.  Sebagai penguasa→ menjaga kestabilan di bidang sosial, politik, hukum melalui aparat penegak hukum

   4.      Masyarakat Luar Negeri (LN)
   Peranan Masyarakat Luar Negeri dalam kegiatan ekonomi:
  a.       Sebagai konsumen→ mengimpor barang dari negara lain
  b.      Sebagai produsen→ mengeskpor produknya ke negara lain
  c.       Sebagai investor→ menanamkan modalnya ke negara lain
  d.      Memberi pinjaman→ memberi pinjaman lunak
  e.       Memberi bantuan→ bila terjadi bencana alam